Ini lah beberapa hasil pengamatan puyak pada waktu pelaksanaan pemilihan kepala desa
Antusiasme warga buffalo city sangat tinggi dalam menyambut pagelaran pesta democrasi ini, dan layaknya sebuah pesta yang tak lengkap tanpa hidangan pesta, ya' kata orang bukan pesta kalo gak ada makan2, hal ini di pahami betul oleh ke empat cades (calon kades (kepala desa)). Tiga hari sebelum hari pencontrengan, para cades telah mempersiapkan bermacam hidangan dirumahnya yang tiba2 saja Open house itu. Dan pertarungan pun semakin sengit dan meruncing manakala hari H itu tiba, maka jangan
Sebenarnya jauh hari sebelum pelaksananan pemilihan ini puyak sudah mengamati beberapa fenomena yang sangat menarik untuk di telusuri asal mula timbulnya kekonyolan dan kebodohan itu kenapa bodoh? gak tau juga tapi sebuah suara nyeleneh pernah terekam telinga “Hanya politik yang bisa bikin orang pintar jadi dungu” ini faktanya.
Dari empat cades, ada dua orang yang akan puyak jelaskan disini, pertama cades yang berpoligami, beristri dua. Dan selanjutnya cades yang lajang, dan yang lajang ini dari pertama liatnya udah agak2 miris gitu, pas duduk di kursi cades yang lain di dampingi oleh ibu negara, sedangkan dia si cades bujang, hanya di dampingi oleh pisang dan jeruk.
Nah, cades yang berpoligami ini. Sebelumnya puyak akan jelaskan bahwa info ini puyak dapat dari suara2 yang banyak di gardu2 poskamling (baca: gosip kampung), sebelumnya puyak minta maaf kalo dalam penyampaiannya nanti ada yang tidak berkenan, puyak persilahkan memberikan koreksi, tapi tak ada asap kalo tak ada api (puyak kaya ifan insert), jadi ceritanya si istri tua dari cades yang doyan kawin ini dengan semangat terpaksa, berkeliling kampung mengorek2 rumah kali aja masih ada bau2 saudara walau saudara jauh “kita ini saudara, sama2 keturunan nabi adam, jadi pilihlah abang kau itu” Dia pun pamit dengan senyum penuh harap. Konon kata kabar burung mengatakan kalo si suami bakal pulang kerumah istri muda kalo dia ampe kalah dalam pemilihan cades
Dan layaknya suatu pesta selalu ada saja setan yang nyelip di antara keramaian. Dan perhatikan lah ini: Bermodalkan pengalaman menjadi wartawan, puyak secara sporadis melakukan penelusuran dan melakukan introgasi ke beberapa oknum yang di curigai dan layaknya acara2 bergendre detektif, puyak pun langsung pake baju seragam hitam2 dan berevolusi menjadi tim reportase transTV yang mencari oknum2 nakal yang selalu mencari2 celah untuk memanfaatkan situasi bak pepatah memancing di air comberan oknum2 ini bersedia membuat tangannya kotor demi beberapa lembar uang merah.
Akhirnya hasil penulusuran puyak pun tak sia2, puyak mendapati fakta mengejutkan tentang praktek pembelian suara, berdasarkan info dari suksesor yang telah berevolusi menjadi aligator mengatakan dirinya telah berhasil mengumpulkan 25 kertas suara yang di berikan oleh para pemilih dengan iming2 nasi pandang. fuih!
0 Response to "Democrazy in my village"
Post a Comment
nurut lo?