
-->
TOPENG PEMBUKA TOPENG
Friendster, Facebook, chatingan YM, atau apapun aplikasi yang di tawarkan dunia maya. Itu bukan sekedar sirkulasi untainan huruf2 dan angka2 yang tak berarti, lebih dari itu sirkulasi untaian kata2 itu adalah bentuk lain dari komunikasi selain komunikasi verbal, dan hakekatnya sama saja dengan jenis komunikasi lain, ketika itu telah menjadi interaksi antar individu. Maka pertukaran huruf dan angka itu tak ubahnya percakapan dan sebuah bentuk komunikasi yang juga mengikutsertakan akal, pikiran, jiwa dan raga, maka jangan heran ada istilah ML (making love) online, dengan cuma mengetik kata: oh yes oh yes, give me more, etc...orang diseberang sana , bisa orgasme. Terkejut? belum pernah coba sih. Senyum2? kaya nya sudah biasa nih, hehe.
Itulah faktanya, ironis memang. Ketika dunia yang di ciptakan untuk melahirkan manusia yang lebih baik dengan jangkauan informasi yang tak terbatas. Namun mungkin karena kecanggihan teknologi ini tidak di imbangi dengan kecanggihan eq iq dan sq usernya inilah hasilnya, malaikat penolong bisa berubah jadi malaikat penghancur. Dan perhatikanlah kau akan menemukan lebih banyak distorsi2 yang terjadi di jagat biner ini. Ketika dunia maya menjanjikan privasi dengan semua fasilitasnya, kita malah kehilangan privasi kita, karena dunia ini bersifat adictif. Email yang harus selalu di cek, Friendster yang harus selalu di update, Facebook yang selalu menggoda untuk di jamah dan blog yang selalu haus kasih sayang. Dan semua itu membuat hidup kita terikat pada arus besar bernama komunitas. Dan selalu saja yang namanya gerombolan itu mudah di giring, dan selalu sadarlah sedang kemana kita di giring.
Dunia ciptaan abad milenium ini sangat mempesona dengan menyajikan topeng2 yang mudah saja kita pakai, seorang ABG umur 15 tahun, bisa saja menjadi tante2 penggoda, yang menggoda om2 mata belang. Dan sebaliknya om2 jengotan yang giginya hitam karena candu rokok dan kopi, bisa begitu gaulnya mengaku cowok chubby ala anak SMA, sungguh mengagumkan dunia yang tercipta dari susunan sirkuit dan jaringan nirkabel ini. Dunia yang menjanjikan semua kemungkinan dan kebebasan, tapi sebuah renungan kecil hinggap di pikiran ku, ketika seorang teman yang-jika-jarinya-saja-tersentuh-oleh-kulit-ku-dia-bisa-marah2. Tapi di dunia maya, dia bisa berubah jadi ABG umur belasan yang sedang kasmaran, dan dia menikmati itu. Sungguh sebuah metamorfosis kilat dari sebuah dunia yang diam tak terekam telinga tapi ribut dalam kata, hikuk pikuk kedipan icon smile dan berbagai avatar membuat ramai jagad maya ini. Jutaan mata terpaku menatap layar, dengan imajinasi yang terbang tinggi entah kemana.
Lepas dari semua itu, internet adalah dunia topeng yang sebenarnya membuka topeng, topeng pembuka topeng. Topeng adalah suatu sikap yang kita pilih, sebuah imej yang kita tempelkan di diri, yang tercipta dari berbagai asumsi yang akan timbul dari pandangan luar. Kita akan berusaha tampil seideal mungkin dengan standar yang kita tetapkan pada diri sendiri, namun standar ini perlahan telah berpindah ke masyarakat. Namun di dunia maya, kita bisa dengan mudahnya melepas standar diri itu, karena kita merasa punya topeng yang melindungi diri dari pengecaman pihak lain akan standar yang tidak sesuai. Namun renungkan lah ini wahai kawan. Bahwa sesunguhnya kau tidak sedang memakai topeng mu, yang sesungguhnya terjadi adalah kau membuka topeng mu, karena di dunia yang baru ini, engkau mempunyai kebebasan mengekspresikan diri dengan kata2 yang telah lepas dari saringan standar baku diri mu, akan pandangan masyarakat yang mengharuskan dirimu memakai topeng etika, topeng spiritualitas dan topeng2 ideal lainnya. Dan ketika itu terjadi, ketika kau bereaksi tanpa saringan topeng sungguh itulah, saat topeng mu terlepas. Dan hidupkan webcam mu lihat itulah diri mu yang sesungguhnya.
Dari pUyak di dedikasikan buat cowok culun sok alim. Yang tak pernah lupa pake topeng sesudah mandi.
keyen keyen (y)
ReplyDelete