WHATEVER"




Teringat pesan ibuku yang selalu mengingatkan untuk mengawali semua kegiatan dengan kata ini: Bismillahirohmanirohiim, maka sebelum kita melanjutkan tulisan dan bacaan ini marilah sama sama kita ucapkan..Bismillahirohmanirohiim..Yup lanjut, ini adalah catatan kecil mengenai mengapa aku lama tidak menyentuh tombol tombol kibor, kenapa? bukan aku tak punya ide untuk di tulis atau tak punya waktu untuk menuliskannya, tetapi itu terlebih karena tombol tombol itulah yang tak mau ku sentuh, dia seperti istri yang sedang lagi datang bulan (walau aku belum beristri dan masih perjaka, aku hanya tau dari film film yang tak seharusnya aku tonton itu bahwa jika lagi dapet dia bakal lebih sensitif dan memberi jarak) cukup untuk sexedukasinya, lanjut lagi ke alasan mengapa blog ini jarang di update dan nasib novel Death_guide yang entah akan berakhir jadi apa? kata kata ini lebih seperti jawaban dari pada sebuah pertanyaan, kenapa? yah karena aku sendirilah yang mesti menjawabnya dan jawaban itu juga sebenarnya juga sudah ada. Tapi karena aku masih ragu untuk jadi pemenang atau pecundang jadi jawaban itu masih betah aku simpan, hahaha. Lagi, kau pasti bingung dan bertanya kenapa aku tertawa, mungkin itu tanya dalam benak mu.


Bak peramal yang mengetahui nasib orang yang ada di depannya (walau ku tau itu bohong) aku seperti tau apa yang ada dalam pikiran mu jadi aku memilih tertawa terlebih dahulu...coba aku tebak em “Kau pecundang!” itukan kata batin mu, setelah mengetahui kebingungan yang sedang ku alami ini, aku tidak marah jika itu benar yang kau katakan di batin mu itu, karena bahkan pecundang pun masih terlalu bagus untuk orang seperti ku, orang yang hidup di masa depan (ini frase yang membingungkan), bukan kah itu baik katamu, hidup di masa depan dengan pikiran maju, melampau keadaan sekarang adalah baik dan sangat supeer! Jika, sekali lagi jika tindakannya sesuai dengan rencana di otaknya yang seperti serba tahu itu, tapi menjadi tidak baik jika dengan pikiran majunya itu dia merasa berada pada posisi menawar, menawar waktu, karena merasa tempat yang tinggi itu yang akan menghampiri tanpa harus kakinya susah payah mendaki, ini bodoh! Sekali lagi kau benar ini bodoh, tapi berapa banyak orang yang sadar dirinya bodoh tapi nyaman dengan kebodohannya itu, karena dengan kebodohannya itu dia merasa telah lepas dari tanggung jawab bekerja keras, dan kali ini dia salah. Karena justru orang bodohlah yang bekerja keras, bekerja keras untuk hasil yang kecil.


Dan pernahkah kau perhatikan paradoks di sekitar kita di mana orang orang rela bekerja keras untuk hasil yang sangat sangat kecil,(dan sepertinya kemiskinan dan kesusahan hidup di negara kita ini telah menjadi komoditas) himpitan ekonomi dan sempitnya kesempatan selalu menjadi menu terpaforit untuk di jadikan gulai kambing hitam. Dan orang orang itu yang katanya bergaji besar dan dikelilingi dengan fasilitas yang jika dijabarkan akan membuat iri hati ku semakin menjadi saja adalah orang orang yang kerjanya teramat santai dan ringan tapi dengan penghasilan ratusan bahkan ribuan kali lipat dari orang orang pasar itu, cerdas mungkin kata yang tepat, kenapa bukan pintar (gak tau juga yah kayanya pas aja gitu,hehe) cerdas atau pintar janganlah di perdebatkan sampai kencang itu urat lehermu, sama seperti orang orang yang kurang kerjaan itu yang dengan semangatnya mendebatkan kawin dengan nikah (kalo aku mah bodo amat). Sebelumnya aku akan kembali mengingatkan kalo tulisan ini dibuat asal asalan jadi jangan kecewa setelah habis membaca tulisan ini, kamu tidak tambah pintar apa lagi tambah ganteng (apa coba) karena ini hanyalah tulisan dari jari jari yang letih mencetin hape, itu pun bukan murni karena capek mencet hape tapi lebih karena faktor habisnya pulsa, hehe... ternyata kesenangan yang berlebihan itu telah membunuh produktifitas kita yap! Mungkin ada benarnya orang orang yang mengharamkan Facebook itu, tentunya bukan karena alasan utama bahwa dengan fb kita bisa selingkuh dan punya anak haram karena keseringan “Poke”. Tapi lebih dari itu pada kontrol diri yang telah lepas apapun bisa jadi mengundang keburukan yang pada kandungan dan kadar tertentu dia menjadi begitu merusak. Pada intinya tulisan ini tercipta karena aku lagi gak bisa maen fb. Hah memalukan memang. Tapi seperti kata kata kenek pada pak sopir, atau seperti kata kata biduan dangdut kepada para pecinta goyang erotis “Tarik bang” jadi kita lanjut lagi tulisan gak bermutu ini, em bingung nih mau nulis apa lagi, kita mulai dari mana yah, Oh oke kita mulai dari pertanyaan “Apakah Antasari benar membunuh Nasrudin??” (apa coba) hehe gak tau aku lagi pengen aja bahasnya karena dari beberapa pengamatan yang ku lakukan di sela sela waktu luang melihat teve, mendapati fakta bahwa media kita bermuka dua.

Kenapa kau berkata begitu? tanya mu. Sekali lagi kata kata ini keluar begitu saja setelah mengamati berita yang, antara yang benar dan yang salah di tampilkan sama bagusnya, sehingga rakyat (ingat yah gue juga rakyat jadi gak papakan kalo gue pake kata ini), sekali lagi ah, sehingga rakyat menjadi bingung dan akhirnya mengganti chanel dengan acara yang lebih “asyik” (jarang2 lho gue gunain kata ini, gak penting!) “Jawabannya adalah eng ing eng” sebuah kata kata yang setelah puluhan kali ku dengar tetap saja membuatku bergidik, bulu leher berdiri seketika dan di ikuti dengan kejutan listrik kecil yang seperti menjalar dari ujung kuku tembus ke otak (ini serius).

Yah gitu deh rakyat kita emang suka yang ringan2 dan menghibur “Hidup sudah susah jangan di bikin tambah susah...masa rokok saja haram” kata seorang penyanyi dangdut terkenal sambil menghisab rokok putihnya ketika di temui awak media. Wah kalo banyak artis kaya gini bisa maju negara kita (apa coba), maaf kalo topiknya melompat2 yah kan dah di bilang dari awal (ini tulisan asal2), pada intinya fenomena ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai mental masyarakat kita “yang rela membeli mimpi” walau dengan tumbal nyawanya. Hah capek ngomongin teve gak ada habis habisnya makanya aku sekarang udah jarang banget nonton teve (sekarang nonton hape) paling karena beberapa acara yang memang pantas untuk ditonton yang jadwal tanyangnya pun sudah aku hapal (ini sesuai selera jadi aku rasa tak perlulah aku sebutin, tar kalian protes lagi,hehe)

....TAMAT...

6 Responses to "WHATEVER""

  1. walaupun merasa bodoh tapi jangan jadikan alasan untuk tidak maju dan terus berusaha.tetap inget untuk bersyukur pada-Nya dan tetap melanjutkan apa yg dikerjakan sampai tuntas,,ingatlah tuhan tau seberapa besar kita berusaha dan tuhan akan menunjukkan hasilnya yang membuatnya indah pada waktunya,,okeyy....

    ReplyDelete
  2. hehehe...
    mbah salut! sekaligus bingung...
    tapi menurut mbah puyak emang punya karismatik yang beda dari yang laen, biar asal tulis tapi makna yang terkandung cukup tajam, salut deh...
    Hrhrhhherrrerrr... baca segitu aja uda capek!

    ReplyDelete
  3. po, dari tulisan po yg pernah ra baca,,
    nurut ra, ni yg paling 'pure'
    o^,^o

    ReplyDelete
  4. haha .. kak puyak GEJE ahh !!

    ReplyDelete
  5. puhh ... banyakk sekali posting nya .. huwaa !!

    ReplyDelete

nurut lo?