Setelah sukses mengantarkan Alfa ke gerbang idola (baru juga audisi), gue jadi boring sendirian, mau pulang gak bisa, tadi udah janji ma Alfa, pulangnya bareng. Hah! Enaknya kemana ya? ke supermarket, males ngantri di kasir, nonton di 21, gak seru kalo sendirian, maen bilyard, boro boro, gue gak bisa maen bilyard, palingan yang gue bisanya maen karambol, tapi di Mall gak ada karambol.
Karena bingung mau ngetem di mana, akhirnya gue muter2 mall (gue gak muter2 Mall, kayak orang naik haji muterin kabah, gile aje lo). Seperti biasa gue akan melakukan salah satu hobi dan keahlian gue, Origami! Gue bakalan buat kodok kertas, trus gue jualin deh, hehe gak deng. Hobi dan keahlian gue yang menonjol adalah: Spionase (Baca: Ngintip), yang menjadi target pengamatan gue yang pertama adalah: Cashier Carrefour.
Kasir yang sedang bertugas dan sedang gue amati adalah cowok kurus putih yang terlihat cekatan, walau wajahnya jelas mencoba memendam rasa lelah dengan senyum yang di paksa, sepertinya dia berambisi menjadi Best employer of the year.
Tapi selalu saja ada cobaan bertingkat yang datang, yang sepertinya semakin waktu semakin berat, seperti yang di alami oleh calon best employer ini. Tanpa sebab musabab yang jelas, seekor ibu2 yang terlihat kaya dan berpendidikan, kok tau? (salah sendiri kemall pake baju toga, hehe)
Ternyata, ibu itu marah karena minuman kaleng yang ia beli, ketika di kasir harganya tidak sama dengan harga pada display. Ibu itu langsung mencak2, narik emblem kasir tersebut, sambil teriak2. “Saya orang penting di kota ini, ini bakal masuk koran nasional, kasus! pokoknya kasus!” Sambil mencoba menggaruk muka si kasir dengan kasar.
Sang kasir yang tidak tahu menahu hanya senyum2 tempe, sialnya si ibu merasa di tertawakan, ia kalap “Dasar! maling!” Untung kemudian datang anak cowoknya, yang langsung melerai, “Sudah Ma, sudah ma, gak enak di tonton orang” Lalu ibu itu pun pergi dengan emosi setinggi gunung everest.
Gue pun penasaran, dan langsung mendekati kasir malang tersebut dan bertanya.
“Emang selisihnya berapa sih?”
“Dua ratus”
“Dua ratus ribu”
“Dua ratus perak”
Krik. krik. krik...
Gue cuma bisa mengelus dada sambil bilang “Amit! amit jabang bayi, jangan sampai gue punya anak kayak gitu” Dan demi memberikan pengertian kepada masyarakat kalo profesi kasir adalah profesi yang mulia. Gue bakal menyebarkan SMS (Surat Menyurat Singkat) Berantai. Gue akan bikin SMS buat ibu2 yang suka belanja di supermarket, mungkin begini bunyinya:
Ibu kalo kasirnya agak bengong dan bau, jangan di marahi ya, apalagi bilang “Lagi ngayal jorok ya!”, nanti dia tersinggung lho bu. Dia bengong dan bau mungkin karena gajinya telat di Transfer, atau mungkin juga dia tiga kali salah masukin PINnya, maklumlah bu, ATM pertama, jadi masih agak kikuk, jadi dia belum sempet beli deodoran atau malah gak mandi karena air ledengnya di putus, kenapa? ya karena kartunya ketelen mesin ATM, jadi selain gak mandi, dia harus puasa selama dua minggu, kasian
***
Pengamatan berikutnya gue lanjutkan ke toko buku (tobuk). Gue udah lama curiga kalo tobuk merupakan tempat berkumpulnya para alien bermata empat, yang suka bersembunyi di tempat gelap dan memakan buku, apa lagi buku yang diskonan. Selain para alien bermata empat, di tobuk juga sering di temui para hobit yang telah berkamuflase menjadi abegegaol, yang sedang mencari pasangan kawin.
Tobuk merupakan tempat berkumpulnya berbagai mahluk dengan berbagai motif di kepala mereka. Jangan anda kira orang2 yang ke tobuk itu selalu membeli buku, karena dari hasil spionase, gue menemukan beberapa fakta mengejutkan, ternyata dari 1000 orang yang datang ke tobuk cuma 50 persen saja yang keluar sambil menenteng buku dan membeli. Jadi sisanya ngapain? Omnik (Om Niko) bakalan jabarin atu atu:
1. Jika anda mengira semua orang yang berputar2 di tobuk itu adalah kutu buku, anda salah besar, di tobuk tidak semua yang datang adalah penikmat kulit kayu, contohnya bayi yang lagi di gendong. Oke lanjut lagi, berdasarkan pengamatan omnik ada sebagian abegegaol dengan pakaian superduperhebohdangaol (saking hebohnya, ampe tasbih nyokapnya di kalungin di leher, emang situ oke,hehe), abegegaol ini datang hanya untuk mencari gebetan, bukan untuk nyari buku, ya paling megang2 buku terjemahan, biar di kira intelek, Bah! Omnik begitu yakin dia datang ke tobuk cuma buat ngeceng, tobuk baginya sebatas tempat kongkow2, buktinya dia lagi diri di barisan buku beternak.
2. Penulis, ya penulis, merasa kaget? Jangan kaget, mungkin dalam benak kamu bertanya2, kayak gimana sih muka penulis? ya sama aja kayak kamu2 bahkan lebih parah, ada yang lebih mirip kuli bangunan, dan preman pasar, tapi kita menilai mereka dari karyanya bukan dari penampilannya. Ngapain penulis ke tobuk? mungkin pertanyaan ini juga mengusik batin anda? Ya, jawabanya adalah! (pake gaya fitri tropika, ayo ulangi JAWABANNYA ADALAH! eng...ing...eng.). Mereka dateng ke tobuk buat ngecek stok buku mereka. Dengan trik pura2 bingung, terus nyamperin mas2 yang stand by dekat komputer data buku. Dan nanya “Mas mas buku Death Guide karangan si bolang, bocah malang, ada gak mas?” Lalu mas2 itu pun, tanpa curiga langsung mengsearch buku Death Guide. Taraaa! Gue pun akhirnya tau stok buku gue yang ada di toko tersebut, tanpa harus ngitungin satu persatu (Plis deh!)
3. Penyelundup? Siapakah penyelundup ini? Diyelah orang yang cuma mau baca tapi gak mampu beli, Orang ini tahan berjam jam, diri-jongkok-diri-jongkok-diri-jongkok, demi memecahkan rekor: menghatamkan 101 buku tanpa keluar biaya, Cailah! (ada orang kaya gitu, gue kira gue sendirian,hehe)
4. Nah kalo yang ini emang agak2 nyeleneh, Dia ke tobuk niatnya sih emang nyari buku, tapi kok gak bawa uang. Dirinya pun suka berada di pojokan. Kadang bentar kadang lama, lalu keluar dengan santainya. sampai mas2 securiti menegurnya “Mas mas kenapa pantat anda berbentuk persegi”.
Omnik berharap semoga informasi ini, dapat adek2 manfaatkan sebaik mungkin, ambil hikmahnya, dan ambil bukunya, tapi jangan lupa bayar di kasir, gak mau kan bernasib sama kayak nomer empat, kamu di kira orang berpantat kotak, karena ketauan nguntit di tobuk.
***
Kenapa perasaan gue gak enak, pikiran gue terasa ruet dan berat. Oh ternyata gue lagi diri dirak buku bertuliskan : Matemematikan, pantesan gue pusing, tadi gue di kepung sin cos tangen.
Gue pun beranjak menuju kumpulan buku komik, mata gue langsung berbinar binar, pupil gue melebar sempurna, karena gue nemu ini: komik anime yang superduperkerenbangets : Death Note, bagi yang belum tau apa itu Death note adalah komik anime yang menceritakan tentang Light Yagami, seorang siswa jenius yang secara kebetulan menemukan Death note, buku kematian, milik dewa kematian. Jadi hanya dengan menuliskan nama lengkap seseorang di Death Note, atau buku kematian itu, kita bisa membuat seorang segera bergelar Alm alias almarhum, konsep yang keren abis. Gue jadi sempet berpikir, jika gue punya Death Note. Gue bisa bikin Indonesia jadi negara ADIDAYA...ADIDAYA!(kenapa pula harus huruf gede semua, namanya juga ADIDAYA, harus gede dong, napa gak setuju! Gue invasi negara lo).
Dengan bakat spionase gue dan buku kematian, gue akan bikin negara Indonesia jadi negara ADIDAYA, gimane carenye? Gue bakal bikin REPELIHA (Rencana Pembersihan Lima Hari), Semua nama2 koruptor gue tulis, dan tentu saja bandar2 besar Narkoba dan mucikari2 kelas kakap gak ketinggalan, gue tulis juga. Setelah racun2 itu hilang dari negara kita, apalagi yang bisa menghalangi Indonesia menjadi negara ADIDAYA. Iya kan Gus! “Gitu aja kok repot”(kenapa tiba2 ada Gusdur?).
cukup menarik,,,
ReplyDeleteteruskan perjuangan sampai titik darah penghabisan,,
pengalaman pribadi nih ya??