Awan itu menari untuk kita



Hari ini panas sekali, aku tergeletak di sofa dengan kipas angin yg menyala, di sudut kepala ada jendela yang terbuka, sehingga dengan sedikit menoleh saja aku bisa dengan mudah menikmati langit biru siang ini. Kau tau langit siang ini indah sekali, biru, biru sekali awan2 putih bergerak perlahan seolah sedang mengabarkan sebuah pesan, em aku jadi ingat kamu, kau tau mengapa langit begitu cerah, yah karena ada matahari yang sedang bersinar, yah selanjutnya kau taulah mengapa aku jadi ingat kamu.

di suatu waktu yang lalu kita pernah bercerita, walau hanya lewat telepon rasanya dekat juga, kita bercerita tentang beberapa mimpi2 kita yang sangat kita harapkan segera jadi nyata, menikah membangun rumah, mempunyai bayi kembar yang lucu, lalu kita sama2 terdiam untuk beberapa saat aku yakin kau melakukan hal yang sama: tersenyum geli sendiri.

Sudah cukup banyak buku yang ku baca, dan berberapa buku yang terbaik malah berkisah tentang kesedihan, entah mengapa tentang kesedihan yang ku pilih sebagai hal menarik, tapi paling tidak menurut ku sendiri, kesedihan akan membuat kita lebih kuat. Sebalik nya kesenangan akan membuat kita lengah.

 Ah aku tak ingin membahas tentang buku dulu, saat ini aku sedang menikmati langit biru ku, aku membayangkan kita berdua berbaring di atas bukit yang di penuhi hamparan rumput hijau dan di payungi pohon apel, seperti dalam film “UP” , kau ingat kan? Atau seperti taman belakang sekolah Nobita. Kita berdua berbaring berdampingan melihat langit dan menatap awan, lalu kita mulai berkhayal dan menebak2 bentuk awan.

Dan aku hampir bisa menyakini kita akan melihat awan yang berbeda, mungkin saat itu kau melihat gumpalan awan lalu berteriak “itu mirip kucing yah” dan aku akan menjawab “mana? Itu kan domba” hahaha, lalu kau cemberut dan memalingkan wajahmu, tapi kau tau kan aku hanya sedang menggodamu, lalu ku pegang tangan mu, dan berkata “sayang, tau gak di mana tempat yang paling buat popo nyaman?”, lalu cemberut mu berubah jadi bingung, kau berpikir keras karena takut tebakan mu salah dan membuat ku kecewa, sampai kau menyerah dan tidak ambil resiko untuk menjawab sembarangan tapi malah balik bertanya “dimana sayang?”.

Untuk menambahkan efek dramatis aku sengaja menahan jawabku seolah ada yang menganjal di tenggorokan, padahal aku sedang menikmati mimik wajah mu yang berubah itu, dari cemberut bingung lalu penasaran. Haha tak sanggup aku menahannya lagi, kau menarik-narik bahu ku seolah anak kecil minta dibeliin mainan

“dimanadimanadimana?”

 “di hati mu”

… sedetik waktu berhenti diatara matamu dan mataku. Lalu kita kita berdua tertawa lepas, selepas awan menari di siang ini.

2 Responses to "Awan itu menari untuk kita"

  1. eeeeeeeeeem menarik
    coba Qta jd manusia kerdil pasti bs d naiki

    ReplyDelete
  2. bro coba u sekalian buka blog sikok nih....http://www.biosinformsi.blogspot.com

    ReplyDelete

nurut lo?