Perjalanan pagi di musim kemarau^^

28 juli 09

Awal musim kemarau.

Aku selalu suka musim kemarau, di awal musim ini daun daun terlihat lebih hijau di pagi hari, dan burung burung terdengar lebih ceria dengan kicaunya yang merdu, sambil sibuk mematuki buah2 jambu di belakang rumahku. Buah jambu yang mulai berjatuhan sendiri itu memang mengundang banyak burung untuk singgah. Pagiku biasanya diisi dengan kesibukan2 dimulai dengan mandi pagi, walau di musim ini air terasa lebih dingin, aku malah suka mandi lebih pagi, alasanku sederhana saja, karena mandi lebih pagi itu berarti aku punya lebih banyak waktu, untuk mempersiapkan segala kesibukan yang bisa kau lakukan lebih cepat tanpa harus di bumbui alasan “Tar gue belum mandi!” dan satu urusan pun tertunda, dengan alasan yang sepertinya kekal dan tak terbantahkan itu.


Setelah sholat yang di lanjutkan nonton mama dan aa” , sarapan, kegiatan selanjutnya adalah membaca. Aku biasa membaca beberapa lembar halaman buku sambil duduk di teras belakang rumah, sambil menyerumput teh sesekali pandangaku menoleh ke depan menikmati cahaya matahari pagi yang mengintip di sela sela dedaunan, daun2 kelapa ini bergoyang pelan tertiup angin pagi, kalau ku perhatikan cahaya yang di timbulkannya ini seperti berirama, terang-gelap-terang-gelap, kaya lampu disko,hehe...indah menghipnotis. Dan setelah itu semua, aku baru beranjak menuju ke bawah, maklum rumahku model panggung, jadi rumahnya model dua tingkat dengan bangunan berdinding kayu diatas dan bangunan berdinding beton di bagian bawah, dan secara umum di desaku rumahnya memang kebanyakan bermodel begini. Jadi aku langsung turun kebawah untuk menghidupkan motorku (sebenarnya bukan motorku tapi motor ayahku, biasa puyak emang suka ngaku2), memanaskan motor dengan cara menghidupkan mesinnya di pagi hari kira-kira 5-10 menit tanpa menjalankanya adalah kebiasaan sebagian besar warga di desaku, tapi tidak dengan aku. Kalo cuma ngidupin motor tapi gak jalan, kok berasa rugi yah,hehe. Jadi aku punya kebiasaan lain, yaitu dengan menghidupkannya sebentar kira kira 1 menit sambil duduk diatasnya dan siap melaju, tapi dengan kecepatan yang rendah dan rute pemanasan motor ini adalah rumah-tanjung-rumah (bolak balik kira2 10km), nah! dalam perjalanan inilah puyak biasanya mendapat inspirasi (kalau temen2 baca postingan “pocong” ada kata2 piye atau pikiran nyeleneh, piye itu bagian dari inspirasi pagi puyak). Berbeda dari kebanyakan orang yang biasa dapet inspirasi di gunung, hutan dan WC, aku malah kebanyakan dapet inspirasi di atas motor, emang aneh si puyak ini, biarin,hehe.



Dengan laju roda yang pelan di atas aspal, seperti itulah pikiran dalam otak kecilku ikut berputar melalui jalan jalan kehidupan yang telah terlampaui, beberapa kali sinyal yang di tangkap mata seperti bersinergi dengan roda di dunia imajinasiku, ketika ku melintasi sebuah sekolah: SMPN 2 TANJUNG RAJA, bayangan2 purba itu seperti berebutan berbaris di depan mata yang lain, aku dapat memandang jelas seorang bocah kecil berseragam putih biru dengan sepatu dan tas murahannya berjalan pelan, sesekali matanya melihat ke atas daun2 berharap hari ini cepat berlalu, padahal hari masih sangat pagi dan bel sekolah pun belum berbunyi. Siapakah bocah malang ini, bocah yang kehilangan semangat mudanya, eits! Dia menoleh padaku seolah dia sedang mendengar seseorang sedang membicarakannya, hehe. Jadi mulai sekarang kita harus pelan2 bicaranya yah, sepertinya bocah ini mulai peka, pekanya ini seolah2 dia tahu kalau sedang kita perhatikan. Dia terus berjalan melewati lapangan basket yang ramai oleh murid laki2 lari2 gak jelas, yang dia heran mengapa tiang ringnya tinggi sekali untuk ukuran anak SMP apalagi SMP di Indonesia, dia memang sudah lama curiga kalo pemerintah kita itu selalu takut tampil beda, gak pede istilah nya, dia punya pendapat sendiri tentang apa yang di sebut standar internasional yang sama dengan pukul rata adalah berarti ketidakadilan yang di lestarikan. Oh wahai! Apa yang kamu pikirkan, orang2 bule sana badannya tinggi2 jadi wajar tiangnya tinggi, lapangan bolanya luas, lha kita, udah pendek, kuntet malas pula, dengan memakai standar lapangan bule itu sama saja membodohi diri sendiri, kenapa kita gak buat standar sendiri, lapangan bola di perkecil, tiang di perpendek, kalo orang2 bule protes bilang aja standar Asia, tiang2 ini kenapa juga harus tinggi nyusah2in aja!” Si bocah kelelahan dalam hati, karena habis orasi bak pendemo. Dalam langkahnya yang terus berjalan matanya masih menatap lapangan basket yang di kelilingi pohon bambu2 itu, dalam hatinya ia masih bergumam “Mengapa orang2 itu begitu semangatnya berebut bola yang pada akhirnya setelah dapat lalu di lempar lagi, sungguh konyol” gumam itu tak lain sebagai obat untuk menghibur diri karena lelah menelan ludah pahit, ketika kembang2 yang mulai mekar itu berteriak2 histeris kala sang jagoannya yang pandai maen bola pantul itu, berhasil memasukan bola ke ring.

Di dalam kelas suasananya lebih konyol lagi, dia memperhatikan sekeliling, ada anak cewek yang sibuk bolak balik majalah padahal majalan bulan lalu, sok gaul! apaan itu, majalah aja bekas, ada cowok sok preman yang make topi di balik lengkap dengan coretan2 kaya peace, slank, rasta, badboy,dll padahal belum tentu ngerti juga artinya. “Calon orang2 mati konyol” dia kembali bergumam sok ngeramal. Adalagi murid2 cewek yang sibuk bergerombol kayak ayam nemu beras, taunya bukan beras tapi poster westlife yang di bawa seorang murid gaul sedang di pamerkan secara gratis, dia menggeleng2 sambil bergumam “mau jadi apa bangsa ini kalo generasi mudanya begini semua” mungkin kalo pada saat itu kata2 itu bener2 terlontar, mungkin si bocah malang ini sudah mati di keroyok warga kelas karena menghina idola setiap wanita itu. Dan ketika pelajaran pun di mulai, dibuka dengan koor “Beri salam....SELAMAT PAGI BU!” Seperti biasa bak upeti yang harus selalu di setorkan ke raja, di gedung peyiksaan ini juga ada yang namanya LKS (Lembar Kerja Siswa, yang sekali lagi dia curigai sebagai alat bantu guru2 yang malas dan pengen nyari sampingan dagang buku), yang harus di kerjakan oleh setiap murid bagaimana pun caranya, termasuk mencontek. Si bocah malang ini yang emang dasar nya pemalas, mencontekpun malas. Akhirnya mendapat hukuman untuk mengerjakan soal sendirian di papan tulis karena latihan hal 10-14 di LKS nya kosong melompong putih bersih bak bayi baru lahir(apa coba?) dan kau tau kelanjutannya? Ternyata dia juga tidak bisa apa apa, haha, bener2 bocah malang. Di matanya dunia luar itu bagai samudra luas yang harus di seberangi, tapi sialnya dia tak bisa berenang. Sungguh keadaan yang menakutkan dan tragis.


Kembali keatas motor, aku memandang gerbang itu hanya sepersekian detik, tapi rasanya begitu lama sampai2 aku bisa mengingat jelas aku ketika kelas dua smp. Dan senyum gaib itu pun kembali muncul, satu pelajaran pagi ini: seburuk apapun kejadian di masa lalu, jika kau mengenangnya pada saat hati bahagia, kenangan buruk itu malah menjadi kenangan indah. Cerahnya mentari pagi ini terasa aneh ketika hembusan angin menghampiri menitipkan rasa dingin yang menyelimut erat, aku tiba2 merasa ada di tempat lain, aku merasa ada di tempat orang2 yang berjalan di bawah terik sinar tapi pake jaket tebal, negara2 empat musim.


Aku tetap melaju dengan kecepatan 40kph terus menyusuri jalan aspal, yang pagi ini terlihat masih basah karena guyuran hujan semalam, eh entahlah hujan atau hanya sekedar embun, yang jelas aspal di Talang balai ini terlihat lebih basah. Sedikit tanjakan ketika melewati jembatan, membuat ku terbawa kembali ke masa smp yang indah itu. Dahulu pas jaman smp kalau pulang sekolah paling suka naik angkot (yang orang2 disini bilangnya taksi kuning) naik angkotnya sih biasa tapi yang bikin gak biasa adalah kami para kaum adam junior ini, suka berdiri di pintu angkot dengan posisi sebelah tangan berpegangan di daun pintu, kami, kenapa kami? yah karena di pintu yang sempit itu bukan aku sendirian tapi bisa tiga bahkan empat anak moyet yang menggelayut di sana, bak preman jalanan yang menguasai kota, atau mungkin lebih tepatnya koboi udik...Kami berteriak2 menikmati terpaan angin, enak kalo cuma angin kadang2 hujan debu tai burung, pas nyampe bayar pula, beh! kalo di pikir2 alangkah bodohnya manusia ini. Satu lagi, kalau anda kebetulan melintasi SMP ini di hari senin pas siang hari, jam pulang sekolah. Cobalah anda berhenti sejenak. Murid2 disini kalo jam pulang sekolah udah kaya tikus2 lab yang lepas dari sangkar, lari kesana kemari, putih-putih dan lucu lucu.



to be continue.........



1 Response to "Perjalanan pagi di musim kemarau^^"

  1. hhmmm,, jadi inget betapa imut nya dirimu waktu SMP,, ^^ liat album foto SMP,, cupu !!
    hihiihi

    ReplyDelete

nurut lo?