awan teman ku
aku pernah begitu membenci yang namanya "orang ketiga", ya orang ketiga orang yang tiba-tiba hadir di antara dua insan yang sudah di ikat cinta. orang ketiga ini dengan seenaknya memasuki kehidupan sepasang kekasih, menyelinap diantara gelapnya kebohongan, nikmatnya main kucing kucingan, sepertinya dia menikmati ketengangan itu, bermain api diantara dua insan yang sedang mencari makna. aku pernah begitu membenci orang ketiga sampai ku sadari akulah orang ketiga itu. ternyata orang ketiga yang selama ini ku benci tidak lain hanyalah manusia biasa yang terjebak oleh ketidak tahuan dan kepolosan yang terangkum oleh kata cinta sejati, cinta yang bukanlah cinta. ternyata dia yang ku pilih telah di miliki orang lain sebelum aku, tanpa ku tau itu. aku tahu setelah undangan itu tiba dan aku hanya tersenyum, ya tersenyum apa yang kau harapkan? kau berharap aku menangis, tidak tidak akan, tidak akan ku menagis untuk hal sepele itu! walau hati ku hancur tapi itu tak cukup buat air mataku mengalir, tapi ternyata aku telah salah menilai hatiku sendiri menilai seberapa kuat hati ku, ternyata penghianatan memberikan luka yang begitu dalam, dia menusuk perlahan ke pusat hidupku dia masuk perlahan sampai ku tak tahu ketika dia merambat bagai sumbu bom yang di sulut dan pada ujungnya meledak, dan ledakannya mampu membuatku tiga bulan tidur dalam mimpi buruk. bahwa perjalanan yang telah dua tahun di lalui hanyalah berisi kebohongon belaka...dan sekali lagi akulah orang ketiga itu...ketika itu mati sepertinya lebih indah, aku menjadi orang yang berpikiran sempit, tidak percaya lagi dengan cinta, cinta hanyalah berarti luka, pikiran ku kacau hingga sampai di titik di mana aku berharap tinggal di planet lain sendirian dan tidak ada yang memperdulikan, karena setiap teman yang bertemu dengan ku selalu menanyakan kabarku seolah, tatapan mataku menggambarkan jelas isi hatiku yang mampu di tangkap dengan mudah oleh orang orang di sekitar ku, dan aku benci itu aku benci di kasihani aku benci di anggap sedih aku benci mengakui bahwa itu semua benar adanya.............aku butuh teman, bukan untuk meminta nasehat bukan untuk memberikan saran tapi teman yang hanya untuk mendengarkan aku, hanya diam dan mendengarkan semua jeritan hati yang tak bisa ku teriakan melalui suara karena keangkuhan ku, maka teman yang ku pilih adalah kamu, ya kamu awan di langit yang selalu memandang bumi yang selalu berjalan walau perlahan, kalian berpikir aku gila bicara dengan awan, mungkin kalian benar, itulah alasan kenapa aku tidak bicara dengan kalian, kalian terlalu banyak protes dan alasan yang akhirnya aku lah yang harus menelan semuanya, tapi tidak dengan awan ia menerima semua sampah yang ku keluarkan tanpa pernah protes tanpa pernah mengeluh...........dan dia akan selalu ada di manapun aku berada, kapan pun aku mau bercerita awan siap mendengarkan. maka ketika kamu kehilangan semua orang yang mungkin kamu harapkan untuk mendengarmu maka lihatlah keatas bicaralah dengan awan, dia akan siap mendengarkan, dan jika kau beruntung dia akan membasuhmu dengan air dinginnya dan kau tau itu berarti waktunya untuk tersenyum dan bangkit lagi............apakah kau dengar awan aku sudah menceritakan kebaikanmu semoga semakin banyak orang yang percaya padamu.
0 Response to "awan teman ku"
Post a Comment
nurut lo?