sulit menulis

sulitnya menulis, kalau mau di pikirkan memang sulit menulis, mulai dari ketersediaan waktu ketersediaan alat, komputer atau yang paling purba kertas dan pensil, dan segala macam tete bengeknya, tapi kalau hanya di pikirkan ya kapan menulisnya, apalagi yang di pikirkan yang besar besar, memaksa diri membuat tulisan sebagus andrea hirata maunya sekali menulis langsung menggugah, pangennya orang yang baca bisa terispirasi apadaya yang baca pun tidak ada, ekspektasi berlebihan, akhirnya sadar diri malu menyadari kemampuan tak seberapa lalu menyerah, mogok menulis. parahnya trauma menulis...lalu apa selanjutnya selanjutnya hanya khayalan ingin punya tulisan tanpa ada usaha tanpa ada tindakan tanpa ada tulisan, gue pernah begitu percaya diri, ingin menulis suatu yang benar banar baru ingin menciptakan dunia dengan kata kata yang ku lahirkan sendiri, tapi apa daya terlalu pede ekspektasi berlebihan baru dua alenia sudah mandek menjambak jambak rambut karena ide buntu kata kata mampet,,,memang bener segala yang berlebihan tak pernah membawa kebahagiaan ada semacam optimaisme yang berlebihan ada semacam positif thinking yang negatif,,,,jika kita berhenti sejenak dan merenungkan bahwa selalu ada saatnya mengalir mengulur berencana dan bertindak perlahan tapi pasti, maka disini aku akan terus menulis menulis apa saja yang ingin ku keluarkan tanpa ekspektasi berlebihan akan kemewahan akan ke glamoran, tapi hanya untuk terus menulis itu sudah cukup membuatku puas di hari ini,dan semoga ini bukan lah janji janji kosong yang sama seperti yang dulu ku ucapkan yang menipu diri sendiri untuk harga diri yang di nikmati sendiri, dan semoga tulisan ini membuat penyadaran terutama kepada diri sendiri bahwa untuk bisa menulis hanya ada satu jalannya hanya ada satu caranya yaitu dengan cara menulisnya tanpa banyak pikir tanpa banyak teori tak perlu kursus ini dan itu tapi cukup tulis apa yang ingin di tulis. seperti yang sedang ku lakukan aku menulis tentang ketidak mampuan aku menulis bukankah itu sudah suatu tulisan. dan terima kasih buat se orang teman yang telah memberikan semangatnya yang bekobar-kobar walau aku tidak ikut terbakar cukup lah dengan tersentuh hangatnya itu sudah cukup. terima kasih funee....terima kasih atas semangat mu yang tak pernah padam kau mengajarkan bahwa hidup harus di jalani karena itulah satu satunya cara untuk terus hidup, kita pernah luka tapi itu bukan alasan untuk berhenti berjalan tapi itu lebih menjadi alasan untuk terus maju sambil menyembuhkan luka. aku bersyukur dalam keterasinganku aku telah menemukan seseorang yang bisa menemani walau tak selalu bersama, persahabatan tidak harus selalu berbagi duka dan suka tapi cukuplah dia menjadi cangkir kecil yang siap di isi ketika teko teman penuh...............

1 Response to "sulit menulis"

  1. ya,,,,,,
    kadang satu ucapan terimakasih
    sudah cukup untuk membuat seseorang bangga.
    tapi bagi ku tidak .........
    karena aku akan bangga
    ketika seorang teman bisa tersenyum tulus menatap dunia berjalan dengan gerakan hati
    berjabat tangan dengan hormat dan melamun untuk bermimpi bukan merintih....

    aku mau kamu itu!!!!
    hingga sebuah ucapan terima kasih dapat mengenyang kan.

    ReplyDelete

nurut lo?