Melihat mu aku bagai sedang tersedot dalam buku buku tebal tetang riwayat pencarian hidup dan harapan yang tersimpan. tapi ini bukan teenlit atau sinetron hidayah, ini nyata. ini hidup yang sedang kau jalani dengan segenap kekuatanmu yang melimpah, dan aku di beri kesempatan mengambil peran, walau bukan peran utama yang akan mengubah banyak cerita. tapi aku sudah senang melihat mu tersenyum. seperti piguran, aku tak berarti disini. terbukti ketika kau katakan "titik" sebuah pernyataan tentang diri mu yang tidak butuh aku, kau seolah berkata: Bodoh! aku tidak butuh kau. dan kau memang benar, begitu mudah melepas sesuatu walau memang kau belum memegangnya erat. Tapi jika itu benar apa yang membuat mu, percaya padaku, mampu membagi ceritamu. mengizinkan si bodoh ini memasuki kehidupanmu, apakah ini cuma pelarian? ataukah kau punya indra keenam sehingga kau tau si bodoh ini bukanlah seorang bajingan yang sama saja dengan banci, bukan? mengapa kau begitu yakin, sedangkan akupun tidak yakin. apa yang sebenarnya yang kau lihat dari si bodoh ini?
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
bukan pelarian bukan juga karena indra ke enam
ReplyDeletetapi hanya mencoba berbuat jujur pada kehidupan yang di penuhi dengan orang-orang yang bersuara tanpa berisi...
tetap lah melihat ku tapi jangan menganggap ku buku
karena aku bisa membaca dan menulis...
mau kah kau memberi ku segelas air minum???
wah,,wah,,indah ,,,kata2nya,,
ReplyDelete