Hari ini gue pergi ke kampus seperti biasa, naik taksi CAHAYA karena boil gue masih di rawat inap dirumah Alfa. Namun ada yang berbeda gue rasakan di pagi ini, ada yang menganjal (bukan, bukan yang dalam celana gue ada yang menganjal sungguh bukan, kalo itu mah, gue sudah lama tau). Itu seperti suatu perasaan di hati gue yang agak aneh. Perasaan ini seperti perasaan menyesal, yang gue sendiri gak tau menyesali apa. Apa ini reaksi dari perubahan yang gue alami belakangan ini, apakah ini yang di sebut gejala tobat yang mulai merasuki pikiran dan jiwa gue, ah gue bingung. Gue lanjutin langkah kaki masuk camp pengungsi.
Setibanya di gerbang kampus, gue liat ada cowok tambun berkaos pink dengan motif mikey mouse berlari-lari kecil mendekat, bak balerina yang telah di gelonggong.
‘Hai Nik!’ Alfa menyapa gue. ‘Mana taksi CAHAYA?’
‘Udah pegi!’
‘Lho kok??!’
‘Iya udah pegi!’ Jawab gue sewot ‘Nih gue jelasin : gue pergi dengan taksi CAHAYA, terus stop di depan gerbang kampus, gue liat argo, gue bayar, lalu gue turun trus die pegi’ Alfa masih termangu mendengar gue nyorocos.
‘Lho kok’
‘Udah! Ayo!’ Gue tarik lengan Alfa yang dari tadi gak lepas-lepas nunjuk muka gue.
‘Boo, lo kok agak beda ya sekarang’ Sepertinya Alfa menyadari bahwa gue telah mengalami kejadian yang telah mengubah jalan hidup gue. Gue bukan Niko yang dulu lagi yang selalu lupa bawa uang. Tapi gue penasaran juga seberapa jauh perubahan yang gue alami dari sudut pandang Alfa.
‘Emang apa yang beda?’
‘Iya bener penampilan lo beda hari ini, coba deh lo ngaca’
‘Apaan sih!?’ Ternyata pas gue nampang depan jendela kaca pos satpam. Gue baru sadar perasaan aneh yang gue alami dari tadi padi ternyata di sebabkan oleh ini: Baju gue kebalik.
‘Pantesan aje dari dari rumah perasaan gue gak enak’ kata gue.
‘Gila lo’ Alfa sewot. Alfa kayaknya juga lebih teliti ngeliatin gue hari ini, apa jangan jangan. Jangaaaaaaaaaan! jangan sampe Alfa naksir gue.
‘Eh Nik mikiran apaan yei, bengong aja. Selain baju lo kebalik muka lo juga pucat banget kayak mayat’
‘Hus! Jangan horor dong. gue lagi sensitif nih dengan kata mayat’ Alfa nggak tau kalo tiga hari yang lalu gue hampir mati kesetrum aki mobil.
‘Oke...oke...kita lupain dulu itu mayat gimana ritual harian lo. Udah ketemu Rose gak hari ini’ Kata Alfa, bagi temen2 yang belum kenal siapa Rose, sebagai informasi Rosita atau yang biasa di pangil Rose adalah cewek culun yang takut dengan kecoa padahal kutu buku, dengan kaca mata frame tebal, semakin menunjukan kalo dia emang pengila buku, rambut Rose di kepang dua kayak kuda nil. Dan jalannya selalu cepat sambil membekap laptop di dadanya. Rose memang selalu menggoda untuk di godain, kaya waktu ulang tahunnya tempo hari. Kita, gue dan Ences berniat membelikan hadiah buat Rose, dan tentu saja kado yang tepat buat seorang nerd (baca: kutu buku) kaya Rose ini, adalah buku2 tebal karya terjemahan, em pasti Rose seneng, eh tunggu dulu kalo kalian mau bilang “So sweet......” ditahan dulu, kami gak semulia itu. Ences dan gue telah mempunyai rencana yang bakal bikin Rose benci dengan gue selamanya.
“Nik ini bukunya, udah gue bolongin seratus lembar ditengah” Kata Ences ke gue, ences membuat ruang di tengah halaman buku, ya kaya mafia2 eropa gituh deh, yang nyimpen pistol di kitab. Di ruang itulah bakal gue taro kecoa.
***
“AAAAAAAAHHHH!” Teriak Rose, sambil melempar buku itu ke udara. Setelah keterkejutan itu gue kira gue sukses, Rose bakal marah2 sambil ngejar gue, tapi Rose gak marah2 atau ngejar gue, dia cuma duduk diem memeluk lututnya yang tertekuk, rapat2, badannya gemetaran, Rose nangis. Gue jadi bingung mau berbuat apa, ini tidak seperti yang gue rencanakan, pikir gue setelah Rose terkejut melihat kecoa di dalam buku itu, dia akan marah2 lalu mengejar gue sambil ngoceh2, dan itu seru buat gue. Tapi ternyata tidak, disini di sudut kantin KITA gue terdiam memandang Rose yang berlinang air mata, kacamatanya berembun. Gue bingung harus bagaimana? Gue di dera perasaan bersalah yang seketika menyergap gue, sepertinya tindakan gue ke Rose udah kelewat batas, dan gue harus minta maaf. “Rose...” Kata gue pelan, sambil mengulurkan tangan biar Rose berdiri, belum sempet gue bilang “Maaf” Rose menampar tangan gue,“Gue benci lo!” Satu kalimat yang terlontar dari mulut Rose, dia pun pergi dengan isak tangisnya, dan gue hanya berdiri termangu menyesali diri, dan ini gak di ketahui Alfa.
‘Blon’ Alfa lalu memutar pandangan melihat kiri dan kanan matanya seperti sorot mata elang mencari anak ayam.
‘Nah! itu Rose Nik!’
‘Apa’
‘Ayo cepetan gue mau liat atraksi lo. Gue penasaran jurus apalagi yang bakalan lo keluarin buat ngerjain Rose.” Alfa dengan antusiasme tinggi menyemangati gue sambil nepuk2 bahu gue.
‘Ayo cepetan nanti keburu Rose masuk kelas’
‘Nggak Fa! Gue lagi males’ kata gue pelan.
‘Hah! lo salah minum obat ya, ketelen tasbih gituh?’ kata Alfa dengan mimik wajah heran.
‘Fa dengerin gue’ Sambil meletakan tangan di bahu Alfa ‘Fa gue udah berubah. Gue udah sadar. Gue udah berhenti ngelakuin hal-hal yang mubazir dan nggak penting itu. Gue nggak bakalan lagi-lagi mainin cewek, baca buku kebalik, misscall-in orang tengah malem. Gue bakal ninggalin itu semua gue akan menjalani hidup gue dengan hal-hal yang lebih berarti’ Mendengar ucapan gue yang. Ehem! tumben bener, Alfa terdiam dengan mulut setengah mangap, lalu perlahan ia menundukkan wajahnya. Sepertinya Alfa mencerna dengan baik maksud perkataan gue.
‘Iya Nik gue juga sadar selama ini hidup kita cuma di isi dengan kesenangan-kesenangan semu. Ngerjain orang pacaran, makan gorengan gak bayar, nonton reality show yang gak reality. Gue juga mau berhenti ngelakuin hal-hal yang gak penting itu’ Lalu setelah pengakuan dosa on the spot itu. Alfa toleh kiri kanan.
‘Ayo kita bolos’
‘Ha!’ mendengar ajakan itu jelas gue protes.
‘Jadi nurut lo kuliah itu gak penting fa! Mencari ilmu dengan duduk bengong berjam-jam sambil dengerin dosen ngoceh itu gak penting Fa!’
‘Nurut lo’
‘Ayo kita ke kantin’
Lalu kami berdua berjalan sambil mengendap endap menuju kantin KITA.
***
Sesampainya di kantin KITA. O ya, sebenernya ini bukan kantin kita, dalam artian harfiah: kantin punya gue dan alfa, bukan. Lagian kalo pun, nanti gue mau buka kantin, gue gak bakalan ngajak Alfa, yang ada hari Soft Opening jadi hari Soft Closing, kantin langsung tutup pada hari pertama buka, karena stok makanan buat sebulan habis di embat Alfa, hehe luber banget kan.
Sebenarnya kampus gue udah lama punya tempat nongkrong yang strategis. Letaknya terlindung dari pengawasan dosen2, karena terhalang pohon2 gede, di kampus gue emang banyak pohon2 gede, terutama paling banyak pohon beringin, yang umurnya udah ratusan tahun, gue mulai ragu ini kampus, apa hutan lindung, sih? Pada intinya anak2 pada seneng ngumpul di situ. Untuk jajan, atau sekedar ngobrol atau curhat on the spot, kalo kamu lagi sendirian pun kantin kita tetep asik buat tempat ngobrol, kamu bisa ngobrol atau curhat sama pohon2 beringin, yang pasti pohon2 beringin itu lebih berpengalaman dalam menghadapi badai kehidupan, jadi kamu jangan ragu buat curhat. Pohon2 beringin ini kompak lho, saking kompaknya mereka sampai bikin partai, partai apa? ya partai pohon beringin, sori sori gue kok jadi ngomongin pohon ya, balik lagi. Pada intinya, Kantin KITA juga asoy buat anak yang hobi bolos, ya kayak kita2 ini (Mode on:Bangga).
Oke kenapa di katakan kantin KITA? Temen2 memberikan julukan itu, couse becouse aku gak tahan lagi...couse... becouse (lho kok jadi lagunya sandi). Niko!!!!! Oke gue serius. KITA adalah akronim dari Kikir Tapi Alim, yang punya kantin ini adalah keturunan Onta pandang pasir, maksud gue bukan yang punya kantin ini lehernya panjang atau punggungya bergelombang dan suka makan korma, bukan. maksud gue, yang punya kantin KITA ini adalah keturunan Arab-Padang, yang biasa kita panggil: Uda. Uda sebenernya gak kikir, kemaren aja pas gue makan, gue di kasih sendok, tapi Uda suka gak konsisten, udah di kasih eh di pinta lagi sendoknya.
Menu2 di kantin KITA ini juga unik unik lho dan di jamin halal. Ada crispy fried saltfish atau yang biasa di sebut ikan asin goreng, ada juga love omlet atau telor dadar yang di potong bentuk hati, dan di hiasi dengan irisan bawang bombai asli india, ada juga menu spesial yang terbuat dari adonan tanduk kerbau, dua butir meteor setengah matang dan irisan daun pintu, lalu ditaburi bubuk mesiu atau yang biasa di sebut armagedon food.
Selain makanannya unik2 dan agak2 ekstrim, kantin kita juga menyediakan minuman yang gak kalah uniknya, ada es kelapa muda panggang (hayo tebak panas apa dingin), jus mengkudu enak (walau di tambah kata enak pun, gue yakin tetep gak enak). ada juga jus Rainbow atau jus pelangi, cara bikinnya pun gampang, kamu tinggal kumpulin tujuh crayon warna, mejikuhibiniu. Masukin blender, jadi deh jus pelangi. Tapi hati2 ini gak cocok buat yang alergi sama zat pewarna. Kantin KITA memang inovatif, pantas jadi idola.
“Nik gue mau minta saran sama lo, tapi janji serius ya” Alfa curhat on the spot.
“Iyaaah! kapan sih gue serius” Gue duduk menghadap Alfa, sambil nunduk nunduk, takut di liat orang, tar disangka gue pacaran lagi sama Alfa.
“Yaa..lo mau nanya paan!”
“Lo jangan nunduk2 gitu dong!” Alfa sewot karena gue gak mau menatap mukanya, tapi gue takut tar Alfa jadi marah trus bilang, TATAP MATA SAYA! TATAP MATA SAYA! Jelas gue akan bertindak bijak, langsung cari sumpit buat nyolok mata alfa.
“Iya gue denger!”
“Gini Nik, nurut lo suara gue bagus gak?”
“Ha!” Gue terkejut, gue gak nyangka aja Alfa bakal nanya hal tersebut, gue kira Alfa bakalan nanya, “Nik! BH yang kemaran, yang pake renda renda itu bagus gak?”Alfa kayaknya emang harus mempertimbangkan untuk make BH, kalo berat badannya bertambah lagi, karena tetenya bakal ngalahin rekor Pamela Anderson sebagai tete termontok, hehe. eh betewe pertanyaan buat para cewek2 nih, apa kepanjangan BH? jangan cuma bisa make gak tau artinya, hehe.
“Bagus! Bagus!” Bagus apaan, paling juga kalo Alfa nyanyi deket kuburan, entu pocong2 pada teriak: Hari kebangkitan telah tiba! Karena di kira suara tiupan sangkakala.
“Serius nik! Jadi nurut lo suara gue lumayan bagus ya”
“Lumayan” Bisa bikin orang budeg sembuh “Emang lo mau ikut lomba karokean di mana?” Baru kali ini gue liat ekpresi muka Alfa yang seserius ini, tegang, tampak jelas garis2 mukanya, urat2nya keluar, saking seriusnya muka alfa jadi mirip semangka, bulet garis2 ijo.
“Gue mau ikutan Indonesian Idol”
“Apa! Dodol!”
“Indonesian Idol”
“Odol!” Tiba2 aja gue jadi budeg, bukan karena kuping gue kepenuhan tambang emas, tapi gue gak nyangka aja, Alfa yang punya suara paspasan itu, punya nyali untuk ikutan Dodol Idol, eh Indonesian Idol. Gue paling demen orang yang punya nyali, tenang Fa, lo bakalan gue dukung habis habisan.
“Yakin lo Fa? Secara saingan lo banyak banget. Bukan apa apa, gue takut aja lo gak kuat lama lama ngantri, belum juga audisi, lonya udah pingsan Dehidrasi”
“Oleh karena itu Nik! Gue mau minta bantuan lo”
“Tenang Fa sebagai temen baek lo, gue siap beri suport”
“Nik! lo emang temen gue, jadi lo mau gantiin gue ngatri buat ngasih formulir pendaftaran”
“Berengsek lo fa, gue kirain lo mau jadiin gue ketua tim sukses lo, buat bagi bagiin voucer gratis gituh, kalo gantiin lo ngantri itu mah, gue. OGAHH!”
“Eh seru nian ngobrolnya, pesen apa Nik?” Uda tiba2 aja berdiri dekat meja kita.
“Gue...Pesen...Jus Alpuket deh” kata gue sambil bolak balik liat kertas menu.
“Kalo dek Alfa, pesen apa?” kata Uda kepada Alfa.
“Em...Pesen apa ya...Em...” Alfa bingung, gini nih kalo Alfa lagi berpikir serius, jadinya suka gak nafsu makan dan lolanya (Baca: Loading lambat), semakin parah. Uda mulai gak sabar.
“Ya, dek Alfa, pikir pikir dulu...Uda mau ambilin pesenan dek Niko dulu yah” Udah pun pergi ngesot, gak deng, lo kira Uda suster ngesot apa, hehe.
“Ah, fa! lo bikin Uda repot aja...Jadinya kan Uda bolak balik” Gue berkata begitu sambil memandang muka Alfa yang tegang, tatapannya lurus kebawah, terlihat jelas dia berpikir keras tentang audisi itu.
“Nih pesenan dek Niko...Jus Alpukat tanpa biji” gak lama Uda sudah balik lagi, bawa pesenan gue.
“Iyalah tanpa biji... Uda nih bisa becanda juga yah?” Gue agak terkejut juga mendengar kata2 Uda yang lucu, padahal Uda terkenal paling gak suka melawak, orangnya serius tapi tetap ramah, kata katanya efisien, to the point, tidak bersayap. Jadi sekali lagi, gue agak terkejut juga Uda bisa becanda, hehe. Masa gue di suruh makan alpuket sama biji bijinya, gila aja lo,
”Emang ada? orang gila yang mesen jus alpuket pake biji” kata gue.
“Ada, kemaren ada yang mesen, jadi Uda sangko ada tren baru: Jus alpuket plus biji” Jawab uda dengan wajah tenang.
“Haha...ada ya orang gila kayak gitu...sapa Da?”
“Ences!”
Krik. krik. krik...
***
“Dek Alfa sudah tau mau pesen apa?”
“Iya Daa...Eke pesen...”Alfa diem, kata katanya seperti tertelan, mulai lagi lemotnya. Tapi tiba2 Alfa muntahin lagi kata kata yang sempat ketelan tadi.
”Eh Iya, eke pesen...ES TEH MANI!”
Glek!
Gue diem. Uda diem. Limbad diem.
***
Untuk nyelametin Alfa dari ancaman dehidrasi, akhirnya kita menyewa adek2 ojek payung yang emang biasa mangkal deket mall.
Hari penentuan pun tiba, hari ini, hari pertama audisi indonesian idol di kota gue. Kita, gue dan Alfa emang datang lebih awal untuk memberikan instruksi kepada adek ojek payung, yang telah berkamuflase menjadi peserta gadungan. Ceritanya gini, Alfa kan paling gak kuat kalo berdiri lama, maklumlah kandungan Alfa udah sembilan bulan, hehe canda deng. Alfa gak kuat lama diri emang dari sononya, apalagi gue tambah gak bisa, bukan gue gak kuat diri, gue males aja ngatri lama2, eh pas dapet giliran uangnya gak di kasih (lo kira be-el-te) . Jadi kita minta bantuan adek ojek payung yang malang itu, sebenarnya sih dia juga gak mau tapi, gimana, mau gak mau dia harus mau, karena payungnya kita sandera, hehe. Nanti kira2 antriannya udah deket panitia, kira2 sepuluh jam kemudian, kita ucluk ucluk datang dengan payung, dan Alfa pun bisa ikut audisi dengan kondisi prima, cihuy2, rencana yang sempurna. Oke! Sekarang kita mau numpang tidur dulu di Index furniture.
***
Sebelum masuk keruang audisi yang sebenarnya, para peserta harus menunggu diruang tunggu, dalam ruang tunggu tersebut ada sepeluh kursi yang masing masing diduduki satu orang, dan menurut pengamatan gue. Satu orang membutuhkan 10-15 menit, jadi gue punya waktu sekitar 2 jam buat jalan2 dan balik kesini lagi.
Setelah sukses mengantarkan Alfa ke gerbang idola (baru juga audisi), gue jadi boring sendirian, mau pulang gak bisa, tadi udah janji ma Alfa, pulangnya bareng. Hah! Enaknya kemana ya? ke supermarket, males ngantri di kasir, nonton di 21, gak seru kalo sendirian, maen bilyard, boro boro, gue gak bisa maen bilyard, palingan yang gue bisanya maen karambol, tapi di Mall gak ada karambol.
Karena bingung mau ngetem di mana, akhirnya gue muter2 mall (gue gak muter2 Mall, kayak orang naik haji muterin kabah, gile aje lo). Seperti biasa gue akan melakukan salah satu hobi dan keahlian gue, Origami! Gue bakalan buat kodok kertas, trus gue jualin deh, hehe gak deng. Hobi dan keahlian gue yang menonjol adalah: Spionase (Baca: Ngintip), yang menjadi target pengamatan gue yang pertama adalah: Cashier Carrefour.
Kasir yang sedang bertugas dan sedang gue amati adalah cowok kurus putih yang terlihat cekatan, walau wajahnya jelas mencoba memendam rasa lelah dengan senyum yang di paksa, sepertinya dia berambisi menjadi Best employer of the year.
Tapi selalu saja ada cobaan bertingkat yang datang, yang sepertinya semakin waktu semakin berat, seperti yang di alami oleh calon best employer ini. Tanpa sebab musabab yang jelas, seekor ibu2 yang terlihat kaya dan berpendidikan, kok tau? (salah sendiri kemall pake baju toga, hehe)
Ternyata, ibu itu marah karena minuman kaleng yang ia beli, ketika di kasir harganya tidak sama dengan harga pada display. Ibu itu langsung mencak2, narik emblem kasir tersebut, sambil teriak2. “Saya orang penting di kota ini, ini bakal masuk koran nasional, kasus! pokoknya kasus!” Sambil mencoba menggaruk muka si kasir dengan kasar.
Sang kasir yang tidak tahu menahu hanya senyum2 tempe, sialnya si ibu merasa di tertawakan, ia kalap “Dasar! maling!” Untung kemudian datang anak cowoknya, yang langsung melerai, “Sudah Ma, sudah ma, gak enak di tonton orang” Lalu ibu itu pun pergi dengan emosi setinggi gunung everest.
Gue pun penasaran, dan langsung mendekati kasir malang tersebut dan bertanya.
“Emang selisihnya berapa sih?”
“Dua ratus”
“Dua ratus ribu”
“Dua ratus perak”
Krik. krik. krik...
Gue cuma bisa mengelus dada sambil bilang “Amit! amit jabang bayi, jangan sampai gue punya anak kayak gitu” Dan demi memberikan pengertian kepada masyarakat kalo profesi kasir adalah profesi yang mulia. Gue bakal menyebarkan SMS (Surat Menyurat Singkat) Berantai. Gue akan bikin SMS buat ibu2 yang suka belanja di supermarket, mungkin begini bunyinya:
Ibu kalo kasirnya agak bengong dan bau, jangan di marahi ya, apalagi bilang “Lagi ngayal jorok ya!”, nanti dia tersinggung lho bu. Dia bengong dan bau mungkin karena gajinya telat di Transfer, atau mungkin juga dia tiga kali salah masukin PINnya, maklumlah bu, ATM pertama, jadi masih agak kikuk, jadi dia belum sempet beli deodoran atau malah gak mandi karena air ledengnya di putus, kenapa? ya karena kartunya ketelen mesin ATM, jadi selain gak mandi, dia harus puasa selama dua minggu, kasian
***
Pengamatan berikutnya gue lanjutkan ke toko buku (tobuk). Gue udah lama curiga kalo tobuk merupakan tempat berkumpulnya para alien bermata empat, yang suka bersembunyi di tempat gelap dan memakan buku, apa lagi buku yang diskonan. Selain para alien bermata empat, di tobuk juga sering di temui para hobit yang telah berkamuflase menjadi abegegaol, yang sedang mencari pasangan kawin.
Tobuk merupakan tempat berkumpulnya berbagai mahluk dengan berbagai motif di kepala mereka. Jangan anda kira orang2 yang ke tobuk itu selalu membeli buku, karena dari hasil spionase, gue menemukan beberapa fakta mengejutkan, ternyata dari 1000 orang yang datang ke tobuk cuma 50 persen saja yang keluar sambil menenteng buku dan membeli. Jadi sisanya ngapain? Omnik (Om Niko) bakalan jabarin atu atu:
1. Jika anda mengira semua orang yang berputar2 di tobuk itu adalah kutu buku, anda salah besar, di tobuk tidak semua yang datang adalah penikmat kulit kayu, contohnya bayi yang lagi di gendong. Oke lanjut lagi, berdasarkan pengamatan omnik ada sebagian abegegaol dengan pakaian superduperhebohdangaol (saking hebohnya, ampe tasbih nyokapnya di kalungin di leher, emang situ oke,hehe), abegegaol ini datang hanya untuk mencari gebetan, bukan untuk nyari buku, ya paling megang2 buku terjemahan, biar di kira intelek, Bah! Omnik begitu yakin dia datang ke tobuk cuma buat ngeceng, tobuk baginya sebatas tempat kongkow2, buktinya dia lagi diri di barisan buku beternak.
2. Penulis, ya penulis, merasa kaget? Jangan kaget, mungkin dalam benak kamu bertanya2, kayak gimana sih muka penulis? ya sama aja kayak kamu2 bahkan lebih parah, ada yang lebih mirip kuli bangunan, dan preman pasar, tapi kita menilai mereka dari karyanya bukan dari penampilannya. Ngapain penulis ke tobuk? mungkin pertanyaan ini juga mengusik batin anda? Ya, jawabanya adalah! (pake gaya fitri tropika, ayo ulangi JAWABANNYA ADALAH! eng...ing...eng.). Mereka dateng ke tobuk buat ngecek stok buku mereka. Dengan trik pura2 bingung, terus nyamperin mas2 yang stand by dekat komputer data buku. Dan nanya “Mas mas buku Death Guide karangan si bolang, bocah malang, ada gak mas?” Lalu mas2 itu pun, tanpa curiga langsung mengsearch buku Death Guide. Taraaa! Gue pun akhirnya tau stok buku gue yang ada di toko tersebut, tanpa harus ngitungin satu persatu (Plis deh!)
3. Penyelundup? Siapakah penyelundup ini? Diyelah orang yang cuma mau baca tapi gak mampu beli, Orang ini tahan berjam jam, diri-jongkok-diri-jongkok-diri-jongkok, demi memecahkan rekor: menghatamkan 101 buku tanpa keluar biaya, Cailah! (ada orang kaya gitu, gue kira gue sendirian,hehe)
4. Nah kalo yang ini emang agak2 nyeleneh, Dia ke tobuk niatnya sih emang nyari buku, tapi kok gak bawa uang. Dirinya pun suka berada di pojokan. Kadang bentar kadang lama, lalu keluar dengan santainya. sampai mas2 securiti menegurnya “Mas mas kenapa pantat anda berbentuk persegi”.
Omnik berharap semoga informasi ini, dapat adek2 manfaatkan sebaik mungkin, ambil hikmahnya, dan ambil bukunya, tapi jangan lupa bayar di kasir, gak mau kan bernasib sama kayak nomer empat, kamu di kira orang berpantat kotak, karena ketauan nguntit di tobuk.
***
Kenapa perasaan gue gak enak, pikiran gue terasa ruet dan berat. Oh ternyata gue lagi diri dirak buku bertuliskan : Matemematikan, pantesan gue pusing, tadi gue di kepung sin cos tangen.
Gue pun beranjak menuju kumpulan buku komik, mata gue langsung berbinar binar, pupil gue melebar sempurna, karena gue nemu ini: komik anime yang superduperkerenbangets : Death Note, bagi yang belum tau apa itu Death note adalah komik anime yang menceritakan tentang Light Yagami, seorang siswa jenius yang secara kebetulan menemukan Death note, buku kematian, milik dewa kematian. Jadi hanya dengan menuliskan nama lengkap seseorang di Death Note, atau buku kematian itu, kita bisa membuat seorang segera bergelar Alm alias almarhum, konsep yang keren abis. Gue jadi sempet berpikir, jika gue punya Death Note. Gue bisa bikin Indonesia jadi negara ADIDAYA...ADIDAYA!(kenapa pula harus huruf gede semua, namanya juga ADIDAYA, harus gede dong, napa gak setuju! Gue invasi negara lo).
Dengan bakat spionase gue dan buku kematian, gue akan bikin negara Indonesia jadi negara ADIDAYA, gimane carenye? Gue bakal bikin REPELIHA (Rencana Pembersihan Lima Hari), Semua nama2 koruptor gue tulis, dan tentu saja bandar2 besar Narkoba dan mucikari2 kelas kakap gak ketinggalan, gue tulis juga. Setelah racun2 itu hilang dari negara kita, apalagi yang bisa menghalangi Indonesia menjadi negara ADIDAYA. Iya kan Gus! “Gitu aja kok repot”(kenapa tiba2 ada Gusdur?).
***
kata juri : suara kamu cukup.....
kata Alfa : bagus.
kata juri : cukup sampai disini....
gue yakin dialog inilah yang terjadi di ruang audisi tadi. karena sekarang di hadapa gue. Alfa berjalan lunglai-------
0 Response to "kantin kita (update)"
Post a Comment
nurut lo?