Kesalahan fatal


kesalahan fatal

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan sebelum melakukan lamaran pekerjaan, yang pertama jelas kita harus tahu betul perusahan macam apa yang sedang kita dekati itu. Mulai dari nama perusahaan, ownernya, alamat lengkapnya sampai kalo bisa kita juga mengenal beberapa orang yang sudah bekerja di dalam perusahan itu. Hal tersebut akan sangat membantu kita mengetahui beberapa hal yang tidak akan kita dapatkan di situs resminya, karena setiap perusahaan selalu ada aturan2 yang tak tertulis, kaya, si bos lebih senang orang yang formal atau orang yang santai, atau si bos suka orang yang bersuara tegas atau orang yang berbicara pelan dan lain sebagainya. Dan hal tersebut penting untuk first impress yang baik, atau kesan pertama yang baik, tapi lepas dari itu semua yang paling penting adalah nama dan alamat perusahaan itu, gimana kita mau keterima kalo nama dan alamat perusahaannya saja salah.
Puyak pernah punya obsesi untuk menjadi penulis buku2 bergenre how to, dan terkonsentrasi di bidang komputer. Maka jadilah puyak melamar di salah satu penerbit di palembang, penerbit ini sungguh menjanjikan untuk ukuran seorang sekaliber puyak, seorang amatir yang minim skil tapi kaya semangat.
Layaknya perusahan2 lain yang membutuhkan persyaratan2 umum dan syarat tertentu lainnya, di perusahaan penerbit buku yang akan puyak masuki ini pun, ada syarat tambahannya, yakni para pelamar wajib menyertakan beberapa karya hasil sendiri, yang turut di lampirkan di dalam amplop lamaran pekerjaan yang akan di kirimkan itu. Puyak yang dasarnya besar di nafsu tapi lemah di skil, harus berusaha keras menciptakan kerajinan tangan ini, tapi berkat kemaluan yang keras..... eh kemauan yang keras dan focus pada tujuan, akhirnya maha karya itupun tercipta (itu pantas di sebut mahakarya karena pada waktu itu puyak sangat baru mengenal photoshop).
Singkat cerita lampiran itu bernama maxifly, hasil kreasi puyak di rental komputer sangon di bukit, Palembang. Ternyata usaha puyak tidak sia sia, setelah dua minggu surat lamaran terkirim puyak pun di panggil dan sukses di tolak.
Entah si bos liat puyak skil nya masih kurang atau emang tampang puyak gak pantes jadi penulis buku komputer, pada intinya puyak pulang dengan langkah gontai dan semangat yang meredup. Sesampainya di basecamp bedeng 687, puyak menganalisa apa saja kekurangan yang harus di perbaiki untuk lamaran berikutnya. Dan nyata telah terlihat jelas, kesalahan fatal yang puyak lakukan adalah ini: MAXIKOM adalah nama penerbitan itu, tapi di karyamahakarya itu puyak bikin MAXICOM.

Ayo semua teriak: PUYAK! PUYAK!

0 Response to "Kesalahan fatal"

Post a Comment

nurut lo?