Reunian mini

Hari reunian itupun tiba, tapi karena pengumuman undangannya via facebook hasilnya kurang tepat sasaran, banyak juga temen2 yang comfirm tapi yah gak guna juga, yang comfirmnya temen2 yang pada di luar kota, sedangkan temen2 yang ada di tanjung raja kemungkinan sedang gak online, atau emang lagi sibuk jadi akhirnya reunian yang di gembar gembokan itu cuma di hadiri oleh empat orang lelaki kesepian yang bahagia, ini lah orang orangnya: Dayat toleh, Pasko putra, Rulianto kurniawan, dan puyak. Dan acarapun berlangsung sederhana, di buka dengan rapat meja bundar yang memutuskan kalo pantai jodoh jadi tempat terlarang karena rawan mesum, hehe gak deng, gak sepenting itu. Setelah perundingan yang alot (gak tau napa alot mungkin kurang lama ngerebusnya kale,hehe) Akhirnya kita putuskan mengisi acara reuni mini ini dengan memancing, lokasi memancing yang di pilih adalah di belakang rumah Ruli, lho kok? iya rumah Ruli ini emang deket sungai, dan dari dulu sudah puyak peringatkan si Ruli ini untuk pindah rumah, karena puyak takut kalo2 nanti ada tsunami pasti bakalan bahaya (emang di sungai ada tsunami?) pada intinya tempat pemancingan ini sangat strategis karena di dekat orang boker, huahua gak lah, walau emang kadang2 ada juga orang yang boker di sana, little shit does happen, hehe.


Akhirnya kitapun meluncur ketempat pemancingan dengan seluruh perlengkapan: empat gulungan tali pancing berupa kaleng sarden dan potongan bambu, delapan kail pancing dan cacing, nah cacing ini gunanya selain buat umpan, juga berfungsi sebagai cadangan makanan, kali aja ada yang kelaperan kan lumayan menunda lapar,hehe. Tak dinyana. (halah, bahasa apa ini?) Dalam perjalanan menuju tempat pemancingan tersebut, kita di hadang oleh rombongan tentara berpakaian loreng, mereka seperti tentara2 yang sudah kena boom teroris densus88, mukanya cemong2, mereka semua mempunyai muka yang mirip2, mukanya kelihatan meriang dan bodoh. Para tentara ini selain lari2 sambil menenteng ransel yang terlihat berat, mungkin karena banyak amunisi di dalamnya, ada juga yang membawa motor dan sepertinya memang kebanyakan bawa motor, suara motor mereka mengaung2 khas pembalap tong setan pasar malam. Gue bengong melihat begitu banyak rombongan tentara gila, sampai salah satu temen gue menyadarkan gue dan bilang “Yak! Itu bukan tentara gila, itu siswa siswi SMP yang lagi girang karena hari ini adalah hari kelulusan SMP!”


Sesampainya di tempat pemancingan kita langsung menentukan tempat masing2, tempat yang paling strategis. Dipilihnya tempat ini karena menurut toleh sang kuncen, mengatakan kalo di tempat pemancingan ini banyak terdapat ikan2 yang langka, kaya sepat, lampam, lele, patin bahkan kalo beruntung bisa dapet ikan pari. Dan mancing mania-pun di mulai.



Dan setelah menunggu sekian lama, akhirnya tali pantingan puyak di sambar oleh sesuatu yang sangat besar, “STRIKE!” Puyak berteriak. Tapi ikan ini tak mudah menyerah dan memberikan perlawanan yang sangat kuat, tarik menarik pun berlangsung sengit, gue ulur dia narik, dia narik gue nahan. untung aja talinya kuat kalo gak bisa putus, setelah beberapa menit berlalu, jari puyak udah melepuh. Tapi walau perlawananya begitu kuat, tetap sang pemancing sejati menunjukan kwalitasnya. Perjuangan puyak pun tidak sia-sia, puyak berhasil mendapatkan ikan pari yang sangat besar, tepatnya ikan pari yang telah dikutuk jadi manusia, hehe inilah fotonya:




6 Responses to "Reunian mini"

  1. wah sep, caknyo foto aq terlalu nyantai tuh..
    celana aja ampe digulung, sangking serunya..
    wkwkwk

    ReplyDelete
  2. Wah jadi pengen neh ikutan ke pantai nan di sungai itu,,,,
    Kumpulin mas batangan juga gak...
    Lumayan kan buat modal usaha,,,
    wakakakakakak

    ReplyDelete
  3. finally kt b4 gk dpt ikan satupun, tp puyak dpt pelajaran berharga yakni: bambu bisa ngapung kalo taro di air.

    ReplyDelete
  4. wahh...reuni seru nian cak e tu... gek kapan2 milu e!!!!

    ReplyDelete

nurut lo?